Jembatan Gazebo Baduy Vernakular PROJECT.
Jembatan GazeboBaduy VernakularPROJECT.
Jembatan GazeboBaduy VernakularPROJECT.
Estetika
Alam &
Budaya.
Proyek Jembatan dan Gazebo di kawasan Baduy ini adalah wujud nyata dari arsitektur vernakular yang berdialog dengan alam dan budaya setempat. Desainnya mengedepankan kearifan lokal dengan menggunakan material organik yang bersumber langsung dari alam sekitar, seperti bambu, kayu keras lokal, dan atap ijuk.
Bentuk jembatan dan struktur gazebo disesuaikan dengan lanskap berkontur tanpa mengubah topografi alami secara agresif. Proses pembangunannya tidak menggunakan paku besi, melainkan sistem pasak dan ikat (joinery) menggunakan tali ijuk yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini membuktikan ketahanan struktur tradisional terhadap tantangan alam tropis.
Sebagai Real Build Project, pelaksanaan di lapangan sangat melibatkan partisipasi masyarakat lokal (gotong royong) untuk memastikan desain arsitektur yang dirancang di atas kertas dapat dieksekusi dengan tetap menghormati tata krama dan aturan adat suku Kanekes.
Catatan Proyek
Arsitektur vernakular tidak sekadar tentang estetika tradisional, namun tentang kelestarian. Menggunakan material tanpa olahan pabrik (zero carbon footprint material) menuntut arsitek untuk memahami sifat asli bahan, seperti arah serat kayu dan kelenturan bambu, agar struktur dapat berdiri kokoh selama puluhan tahun.
Lokasi Tapak.
Proses Vernakular
Konstruksi.
Pendekatan pembangunan vernakular memerlukan peleburan antara perencanaan arsitektural modern dengan kearifan teknik konstruksi komunal tradisional.
Cultural Assessment
Studi mendalam terkait aturan adat setempat mengenai arah bangunan, pelarangan material modern, dan batas modifikasi tapak.
Material Sourcing
Pemilihan bambu dan kayu keras lokal pada umur panen yang tepat untuk menjamin durabilitas struktural secara organik.
Conceptual Drafting
Pembuatan skema rancang bangun dasar untuk memetakan bentang jembatan dan volume gazebo tanpa menghilangkan kealamian bentuk.
Joinery System
Aplikasi teknik pengikatan ijuk dan penggunaan pasak kayu/bambu untuk menyatukan elemen struktur tanpa perantara logam.
Communal Building
Proses konstruksi langsung secara kolektif (gotong royong) bersama para perajin lokal yang memahami karakter material asli.
Cultural Handover
Peresmian fasilitas jembatan dan ruang komunal yang diintegrasikan kembali ke dalam aktivitas dan rutinitas harian warga setempat.
Ekosistem
Konseptual.
Meskipun eksekusi dilakukan sepenuhnya secara tradisional dan analog, konseptualisasi spasial tetap dibantu oleh perangkat permodelan untuk simulasi keamanan.
Mulai Proyek
Anda.
Mulai Proyek
Anda.
Mulai Proyek
Anda.
Baik untuk infrastruktur skala kampus, fasilitas industri, maupun hunian premium — kami siap mengeksekusi dengan standar BIM tertinggi.